NGp9MaR6MqVcMat6MqJ4Mqp4yTUfATofA6QkyaV=

KETENTUAN DAN TATA CARA PUASA SUNAH

BLANTERLANDINGv101
194727611787649699

KETENTUAN DAN TATA CARA PUASA SUNAH

Sabtu, 12 April 2025

Materi Pelajaran : Ketentuan dan Tata Cara Puasa Sunah

Kelas VI SD Semester II

A. Ketentuan Puasa Sunah

Puasa sunah adalah puasa yang tidak diwajibkan, tetapi dianjurkan pelaksanaannya. Umat Islam yang mengerjakan puasa sunah akan mendapat pahala dari Allah Swt. dan yang tidak mengerjakan tidak berdosa. Ketentuan puasa sunah hampir sama dengan puasa wajib pada bulan Ramadan. Beberapa ketentuan yang harus dilakukan seorang muslim yang melaksanakan puasa sunah adalah sebagai berikut.

  1. Niat. Pada puasa sunah, niat boleh dilakukan pada malam hari sampai masuk waktu Zuhur dengan syarat tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
  2. Makan sahur pada dini hari.
  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Menjaga perbuatan dan lisan dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa, seperti berbohong, membicarakan orang lain, mengadu domba, dan sebagainya.
  4. Memperbanyak amal ibadah.
  5. Menyegerakan berbuka apabila sudah mendengar azan Magrib dan berdoa ketika berbuka.
  6. Dilakukan pada waktu yang diperbolehkan untuk melaksanakan puasa sunah. Waktu yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu pada hari raya Idulfitri (1 Syawal), Iduladha (10 Zulhijah), dan hari-hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah).

Adapun yang membatalkan puasa adalah sebagai berikut.

  1. Makan dan minum dengan sengaja.
  2. Muntah dengan sengaja.
  3. Hilang akal atau pingsan.
  4. Keluar darah haid atau nifas bagi perempuan.
  5. Murtad atau keluar dari Islam.
B. Macam-Macam Puasa Sunah

Puasa sunah merupakan puasa yang sering dijalankan oleh Nabi Muhammad Saw. selain puasa wajib pada bulan Ramadan. Macam-macam puasa sunah yang dapat dilakukan oleh umat Islam, antara lain sebagai berikut.

  1. Puasa Senin dan Kamis
  2. Puasa Senin dan Kamis dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw. Puasa ini merupakan puasa sunah yang paling umum diketahui umat Islam, yakni puasa yang dilakukan pada hari Senin dan Kamis. Nabi Muhammad Saw. melaksanakan puasa Senin dan Kamis sebagaimana hadis berikut.

    ﴿ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ الإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ ﴾

    Artinya: Dari Aisyah R.A. berkata, "Rasulullah Saw. bersungguh-sungguh memperhatikan puasa Senin dan Kamis." (H.R. Tirmidzi)

    Adapun niat puasa Senin dan Kamis adalah sebagai berikut.

    ﴿ نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى ﴾

    Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunah karena Allah Ta'ala.

    ﴿ نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى ﴾

    Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunah karena Allah Ta'ala.

  3. Puasa Syawal
  4. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa enam hari bulan Syawal. Puasa ini dapat dilakukan mulai dari tanggal 2 Syawal. Cara melaksanakan puasa ini dapat dilakukan dengan enam hari berturut-turut atau berselang-seling. Niat puasa Syawal adalah sebagai berikut.

    ﴿ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِست مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ ﴾

    Artinya: Dari Abu Ayyub, dari Nabi Saw., beliau berkata: "Barangsiapa yang melakukan puasa pada bulan Ramadan kemudian ia ikutkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa satu tahun." (H.R. Abu Daud)

    Adapun niat puasa Syawal adalah sebagai berikut.

    ﴿ نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى ﴾

    Artinya: "Saya niat puasa sunah Syawal pada esok hari karena Allah Ta'ala."

  5. Puasa Arafah
  6. Puasa Arafah adalah puasa sunah pada tanggal 9 Zulhijah. Puasa ini dilaksanakan ketika orang yang beribadah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Lafal niat puasa Arafah adalah sebagai berikut.

    ﴿ نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى ﴾

    Artinya: "Saya niat puasa Arafah, sunah karena Allah Ta'ala."

  7. Puasa Ayyamul Bidh
  8. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa selama tiga hari pada pertengahan bulan tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan berdasarkan kalender Hijriah. Niat puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut

    ﴿ نُوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى ﴾

    Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunah karena Allah Ta'ala

  9. Puasa Daud
  10. Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud A.S secara berselang-seling, yaitu sehari puasa dan sehari berbuka. Niat puasa Daud adalah sebagai berikut.

    ﴿ نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى ﴾

    Artinya: "Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta'ala."

C. Hikmah Berpuasa Sunah

Puasa sunah akan mendatangkan hikmah bagi umat Islam yang menjalankannya. Hikmah melakukan puasa sunah, antara an sebagai berikut

  1. Meningkatkan iman dan takwa untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt
  2. Melatih kedisiplinan, kejujuran, dan kesabaran diri. Hal ini disebabkan umat Islam diperintahkan untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa Memelihara kesehatan karena berpuasa membuat pola makan lebih teratur sehingga badan menjadi sehat.
  3. Melatih kesederhanaan dalam hidup. Dengan berpuasa, kita lebih mudah merasakan hal yang sama dengan orang yang kurang beruntung.
Arti Kata
dianjurkan dipetuakan ; dinasihatkan
pola makan cara atau usaha dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan
Video Pembelajaran (Opsional)
Catatan: Jika Materi ini telah dibaca dengan seksama dan telah dipahami, silahkan kerjakan Latihan Soal dengan klik tombol merah dibawah ini
Referensi
  • Ebook Kemenag CENDIKIA cendikia.kemenag.go.id
  • Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Penerbit Erlangga 2023
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang